welcome to my blog

Jumat, 16 Desember 2011

Ditemukan, Perhiasan Raja Bangsa Viking


VIVAnews - Seorang pria asal Inggris, Darren Webster, menemukan sebuah kotak berisi sekitar 200 perhiasan perak. Diduga, artefak itu merupakan peninggalan Raja Bangsa Viking pada abad ke-10.

Perhiasan-perhiasan itu meliputi koin, gelang, dan perhiasan lain yang tergolong mewah pada zaman itu.

Proses penemuan benda-benda ini tidak disengaja. Webster yang merupakan penggemar metal detektor sedang berjalan-jalan. Dia kemudian berhenti di sebuah lapangan dekat Conforth, wilayah utara Inggris. Dia kemudian mencoba alat detektor logam yang dibawanya.

Tak disangka-sangka, alat detektornya itu menunjukkan adanya logam di bawah tanah. Alat itu menunjukkan ada logam yang tertanam pada kedalaman tiga kaki atau 0,9 meter di bawah tanah.

"Mesin mengatakan saya menemukan beberapa jenis perak," kata Webster sebagaimana dilansir foxnews. "Saya sempat sedikit kecewa, setelah saya hanya melihat pot. Lalu saya mengangkatnya, saat itulah potongan-potongan perak  mulai berjatuhan."

Sebanyak 201 perak tersebut terdiri atas 27 koin, 10 gelang, dua cincin, sebuah rangkaian halus, dan 14 batangan. Benda-benda itu kemudian dipamerkan di Museum Inggris.

Benda-benda ini diperkirakan telah terpendam sejak 900 Masehi. Atau saat bangsa Viking terusir dari Dublin dan terlibat peperangan dengan Anglo-Saxon untuk mengontrol wilayah utara Inggris.

Pada koin-koin itu terdapat nama Harthacnut, salib, dan prasasti yang menunjukkan bahwa Bangsa Viking telah masuk Kristen. "Saya belum menemukan sesuatu yang besar sebelumnya, jadi ini benar-benar penemuan yang luar biasa," kata Webster sebagaimana dikutip metro.co.uk.

Sementara itu, kurator koin abad pertengahan, Dr Gareth Williams mengatakan ini merupakan penemuan pertama benda-benda Raja Viking sejak 1840.

"Ini mungkin dikubur dengan buru-buru untuk menyimpannya dengan aman. Kemudian pasti ada suatu alasan mengapa sang pemilik tidak mengambilnya kembali. Kemungkinan sang pemilik tewas dalam peperangan," kata William. (art)

Mitra Kukar Siap Hadapi Ujian Berat Persipura

VIVAnews - Mitra Kukar siap menghadapi ujian sesungguhnya di ajang Indonesia Super League (ISL) saat menjamu Persipura Jayapura di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Sabtu 17 Desember 2011 malam.

Setelah sukses melumat Persiwa Wamena 6-1 pada laga terakhir, Selasa 13 Desember 2011, Mitra Kukar akan menghadapi tim asal Papua lainnya, Persipura. Sebagai juara bertahan ISL, Persipura bisa dibilang sebagai tim terkuat yang harus dihadapi Mitra Kukar sejauh ini.

Pelatih Mitra Kukar, Simon McMenemy, mengaku timnya sudah jauh-jauh hari menyiapkan strategi khusus untuk meredam kehebatan anak asuh Jackson F Tiago tersebut.

Salah satu yang paling ditekankan Simon dalam latihan selama tiga hari terakhir ini adalah bermain disiplin dan memperagakan permainan cepat untuk meladeni permainan terbuka Persipura. "Saya sudah instruksikan anak-anak untuk bermain cepat," ujar pelatih asal Inggris tersebut.

Simon sadar tim Mutiara Hitam -- julukan Persipura -- merupakan kekuatan utama sepakbola Tanah Air. Mantan pelatih tim nasional Filipina itu berharap Ahmad Bustomi dan kawan-kawan dalam kondisi 100 persen menghadapi pertandingan. "Persipura tim yang kuat. Ini akan menjadi big match buat kami," tegasnya.

Simon menilai mental pemain Mitra Kukar sedang bagus menyusul kemenangan besar atas Persiwa. Simon kemungkinan besar akan mempertahankan susunan pemain tim berjuluk Naga Mekes tersebut saat melawan Persiwa.

Senin, 12 Desember 2011

Pahlawan Chelsea Harusnya Juan Mata

VIVAnews - Frank Lampard menjadi pahlawan kemenangan 2-1 Chelsea atas Manchester City lewat gol yang dicetaknya dari titik penalti. Namun, seharusnya Juan Mata yang menjadi penentu sukses Chelsea di Stamford Bridge.

Lampard menjadi penentu kemenangan Chelsea atas ManCity dini hari tadi, Selasa 13 Desember 2011. Masuk di babak kedua menggantikan Raul Meireles, Lampard sukses mengkonversi penalti pada menit ke-82 setelah sebelumnya Joleon Lescott melakukan handball saat menahan tendangan Daniel Sturridge.

Pahlawan kemenangan Chelsea bisa jadi bukanlah Lampard jika perintah manajer Andre Villas-Boas diterapkan pada pertandingan tersebut. Pasalnya, bukan Lampard yang seharusnya menjadi algojo penalti, melainkan Juan Mata.

Villas-Boas mengaku tidak masalah Lampard menyerobot tugas Mata. Manajer asal Portugal itu menilai Lampard sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi.

"Kami menugaskan Didier Drogba dan Mata sebagai penendang penalti sebelum pertandingan. Seperti yang Anda lihat, Mata sudah bersiap mengambil penalti, tapi Lampard kemudian berbicara kepada Mata," ujar Villas-Boas seperti yang dilansir Soccerway.

"Lampard merasa percaya diri, dan Mata memberi dia kesempatan untuk menendangnya. Saya pikir tidak ada masalah dengan hal itu," sambung Villas-Boas.

Selama ini Lampard memang menjadi penendang penalti utama Chelsea. Namun, sejak datangnya Villas-Boas, Lampard sering tergusur dari starting eleven, membuat Villas-Boas harus menentukan eksekutor lainnya.

Kondisi Jakabaring Menyulitkan Sriwijaya FC

VIVAnews - Skuad Sriwijaya FC masih harus beradaptasi dengan lapangan Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang jelang pertemuan melawan Persija Jakarta pada lanjutan Indonesia Super League (ISL), Minggu 18 Desember 2011.

Sriwijaya FC memang sukses meraih kemenangan di laga kandang pertamanya musim ini dengan menekuk PSPS Pekanbaru 2-1, Minggu 11 Desember 2011 lalu. Namun, permainan tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut belumlah maksimal.

Pelatih Sriwijaya FC, Kashartadi, menegaskan pemainnya belum sepenuhnya beradaptasi dengan lapangan Gelora Sriwijaya Jakabaring setelah menjalani renovasi usai digunakan untuk upacara pembukaan dan penutupan SEA Games 2011.

"Kita pulang dari laga tandang melawan Persib dan hanya dua hari latihan di Jakabaring yang kondisi lapangan yang belum baik. Penampilan pemain agak kaku karena harus bermain dengan kondisi rumput yang berbeda dengan sebelumnya," tegas Kashartadi.

Kondisi lapangan Jakabaring memang belum sepenuhnya sempurna saat digunakan Sriwijaya FC melawan PSPS. Kontur tanah sedikit lembek, bergelombang, serta kualitas rumput yang belum sempurna.

"Kondisi lapangan berubah total. Tanahnya terlalu lembut, kondisi rumput yang belum sepenuhnya rata dan pemain mengalami kesulitan ketika mengntrol bola. Dengan kondisi ini kami butuh adaptasi lagi segera sebab minggu depan akan menghadapi Persija," tegas Kashartadi

Sementara itu Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Hendri Zainudin, menegaskan pihaknya berupaya keras untuk mengembalikan kondisi terbaik lapangan Jakabaring.

"Kami sementara ini sudah berusaha maksimal merenovasi segera khususnya untuk perbaikan rumput. Kkini mulai menghijau dan kondisinya sebenarnya kategori bagus. Namun kondisi tanah kurang baik karena tanah jadi gembur dan pasirnya naik," pungkas Hendri.

Senin, 05 Desember 2011

Aburizal Harap KPK Terpilih Usut Kasus Kakap


VIVAnews - Partai Golkar memberikan perhatian serius atas kebijakan pemberantasan korupsi. Golkar prihatin adanya kecenderungan orang menolak menjadi pimpinan proyek karena khawatir berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polisi maupun Kejaksaaan.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berharap, agar kepemimpinan baru KPK lebih berani dan serius mengusut kasus-kasus besar, termasuk kasus Bank Century. Pernyataan itu disampaikan Aburizal Bakrie dalam acara dialog dengan masyarakat Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat, Senin malam waktu setempat, atau Selasa pagi Waktu Indonesia Barat, 6 Desember 2011.

Di depan sekitar 100 warga yang memenuhi undangan Duta Besar RI untuk AS, Dino Patti Djalal, Aburizal Bakrie mengatakan bahwa penuntasan kasus besar seperti Century, justru untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya. Apakah ada yang salah dalam kebijakan penyelamatan bank itu?

Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman resmi Duta Besar Republik Indonesia untuk AS di Tilden, Washington DC itu, Aburizal juga menyampaikan adanya tren orang tidak mau menjadi pimpinan proyek. Itu dikarenakan adanya rasa kekhawatiran mereka akan dijerat oleh KPK, polisi, atau jaksa.

Kecenderungan ini mengkhawatirkan, karena roda pembangunan bisa terhambat jika tidak ada pengambil keputusan atas proyek. Dalam dialog selama dua jam itu, Aburizal menjawab sejumlah pertanyaan. Mulai dari soal pemberantasan korupsi, semburan lumpur Sidoardjo, kebijakan ekonomi untuk industri unggulan sampai pandangan atas sikap media yang kritis kepada pemerintah.

Aburizal berada di AS untuk menghadiri seminar yang diadakan Carnegie Endowment. Bekerjasama dengan Bakrie Center Foundation, Carnegie akan membahas tema "Kebijakan Luar Negeri AS yang Mengarah ke ASEAN-Pasifik. Selain seminar di Carnegie, Aburizal juga dijadwalkan berpidato di depan USINDO, sebuah forum Indonesia-Amerika. (eh)

Kamis, 01 Desember 2011

Pawang Ditambah, Hujan Tetap Guyur Penutupan


VIVAnews - Hujan kembali turun di upacara penutupan SEA Games XXVI, Selasa 22 November 2011. Hal tersebut membuat usaha pihak panitia lokal Inasoc untuk menambah pawang hujan kembali gagal.

Pihak Inasoc melalui Deputi 4 Inasoc Bidang Upacara dan Kebudayaan, Indra Yudhistira sempat menegaskan untuk upacara penutupan pihaknya akan menambah dua pawang hujan untuk mencegah turunnya hujan sama seperti yang terjadi saat upacara pembukaan, 11 November 2011 lalu.

Namun, kekuatan tiga pawang hujan yang dimiliki Inasoc tidak bisa mencegah turunnya hujan di kawasan Jakabaring Sports Center. Hujan ringan sudah mulai turun sejak pukul 18.00 WIB dan hingga kini hujan masih turun.

Meski hujan turun, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat penonton yang memadati Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Apalagi, mereka telah membeli tiket dengan mahal.
• VIVAnews

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost